Tiga Gelar Terbaik untuk Kucing Nikita

Anatomi sempurna, bulu panjang, dan jinak menjadi kunci kemenangan persia bernama lengkap Aikland’s Nikita of Mitacat’s itu. Persia asal Rusia itu dinilai layak mendapat gelar terbaik. “Penampilannya paling baik di antara kontestan lain, terutama bulunya,” kata Herry Marwanto, juri dari Indonesian Cat Association (ICA).

Kemenangan Nikita membuat Ermita Hadi bangga. Sejak awal pemilik Mitacat’s Cattery itu tidak menyangka persianya bakal meraih gelar terbaik. Sebab, Nikita baru pertama kali mengikuti kontes sejak didatangkan pada awal 2004. Bahkan, ibu 1 anak itu pesimistis begitu melihat dominasi persia impor dan sebagian sudah pernah juara di beberapa kontes. Sebut saja, Butterscoth, Haldad, Dream Come True, atau Rosemary. Persia yang disebut terakhir adalah peraih best in show di Bandung, Jawa Barat, 2 bulan silam.

Sayang, Rosemary andalan Vanni Asvianti, pemilik Batavia Cattery itu gagal mengukir prestasi. Bertanding di kategori pedigree LO, Cinta Saya Crista, persia milik Yayan mengalahkannya di kelas persian kitten 6—10. Kekecewaan itu terobati setelah persia lain, seperti Lurderds meraih best persian female dan Keisya runner up persian kitten 3—6.

Borong juara

Persaingan di kelas impor dan LO sangat ketat karena kualitas kucing rata-rata bagus. Itu membuat Herry dan Pipit selektif dan teliti menilai setiap kontestan. Di kelas persian male, misalnya diikuti 9 peserta. “Penampilan semua kucing bagus. Untuk menentukan yang terbaik relatif sulit, selisih nilai antarkucing beda tipis,” ujar Harry seusai acara.

Crema milik Munib Lusianto tampil sebagai juara I persian male. Ketika pemilihan best in pedigree class, Crema kalah atas Kanaya, andalan Ny Suhamo. Kanaya melaju mulus setelah menang di kelas persian kitten 3—6. “Meski masih anakan, penampilannya cukup bagus. Pola warna bagus, bulu panjang dan mengkilap,” kata Herry.

Di kontes itu, dewi fortuna berpihak pada Munib. Tak hanya Crema yang mengukir prestasi, persia lain koleksinya juga mendapat juara, seperti Dream Come True yang meraih runner up persian female. Sayang, ia kalah di pemilihan best in show. Haldad, jagoan pemilik Elvantara Cattery lain memperoleh runner up persian male’, K Boy, juara II di persian male.

Gambar_persian
juara kontes

Acara berlangsung Meriah

Selain menilai persia terbaik, kontes ke-13 ICA itu juga dimeriahkan catfashion show. Meski hanya diikuti 3 peserta, ajang cantik-cantikan itu menyedot penonton untuk mendekati panggung. Kerapian dan keserasian kucing dan pemiliknya menjadi kunci penilaian. Dengan berbusana wisuda, kucing bernama Marcello dan Poppy, sang peragawati dinobatkan juara I. Sementara runner up disabet Dea yang mengenakan gaun pengantin.

Kemeriahan semakin memuncak ketika pemilihan persia mirip Garfield. Kontes itu diikuti 10 peserta. Pemenang ditentukan jumlah suara pengunjung. Setelah dilakukan perhitungan, Marcello yang berbulu cokelat kemerahan itu dinobatkan sebagai juara. Tepuk tangan pun menggema di arena seluas 200 m2 itu.

Perhelatan di Mal Ciputra, Jakarta Barat, itu menjadi tontonan menarik ratusan pengunjung. Mereka merasa terhibur mengikuti jalannya lomba yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga berakhir pada 15.30. Sekitar 60 peserta yang datang pun merasa puas mengikuti lomba. Sambil mendekap kucing, mereka berangsur-angsur meninggalkan panggung.