Tamasya Di Kebun Stroberi

Tamasya Di Kebun Stroberi

Minggu yang cerah. Kabut tipis berarak turun bersama udara segar dan sejuk khas pedesaan. Namun, kawasan agrowisata All About Strawberry telah memberikan keceriaan di pagi yang sunyi itu. Wajah pengunjung yang memadati agrowisata berlokasi di bilangan Cihanjuang, Cimahi, Kabupaten Bandung, itu tampak bahagia. Maklum, menikmati nuansa pedesaan bersama seluruh keluarga barang langka bagi mereka yang hidup di perkotaan.

Jadi harap mafhum bila setiap Jumat jumlah pengunjung mencapai 400—500 orang. “Kalau Sabtu dan Minggu malah melonjak hingga 2 kali lipat,” ujar Sandy Iskandar, manajer operasional All About Strawberry. Mereka bukan hanya warga kota Paris van Java. Pengunjung asal Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Lombok ikut meramaikan.

Harga Tiket Hanya Rp5-ribu

Bila memacu kendaraan dari arah Bandung menuju Cimahi, pengendara bakal menemukan balon udara raksasa berbentuk stroberi satu jam kemudian. Itulah tanda lokasi rekreasi seluas 3 ha sudah dekat. Meski baru dibuka pukul 9, antrean pengunjung mengular di gerbang kayu setinggi 3 m sejak pagi. Maklum selain menawarkan pemandangan indah, harga tiket masuk terbilang murah. Rp5-ribu per orang, kecuali anak-anak. Di dalam kebun tiket itu dapat ditukar dengan segelas jus stroberi segar.

Memasuki kebun, pemandangan spektakuler pun membentang. Sebanyak 2.500 tanaman dikelola secara hidroponik. Terlihat belasan buah bergelayut di setiap tanaman. Agar buah tumbuh gemuk nutrisi dialirkan melalui sistem irigasi tetes yang bekerja secara otomatis. Air bernutrisi menetes 2 kali sehari selama 5 menit. Dengan cara itu stroberi varietas florida dapat dipanen setiap minggu oleh pengunjung.

Nah, saat petik buah itulah keceriaan menyeruak. Setiap kelompok—terdiri 3—4 orang— dimodali gunting kecil dan sebuah mangkok plastik berdiameter 15 cm untuk memanen. “Itu Bu, yang besar dan merah. Itu juga Bu…,” ucap seorang anak sambil menunjuk stroberi ranum dan merah. Berlomba-lomba memanen stroberi pun menjadi rekreasi tersendiri. Buah hasil panen boleh dibawa sebagai buah tangan setelah membayar Rp4-ribu per ons.

Kebun Stroberi
Tamasya Di Kebun Stroberi

Menu khas

Lelah berkeliling kebun, pengunjung dapat beristirahat di restoran apik di kawasan itu. Di sana tersedia makanan khas tradisional. Lagi-lagi stroberi jadi salah satu menu. Sebut saja nasi goreng stroberi dengan bumbu sambal stroberi yang siap menggoyang lidah. Aneka minuman seperti jus stroberi, strawberry blast, strawberry falls, strawberry milky way, dan stroberi kingkong yang dikombinasikan dengan pisang tak luput dari incaran. Tak heran bila ekspatriat dari Swiss, Belanda, dan Amerika Serikat betah berdiam diri di sana sambil mencicipi beragam masakan.

“It’s very exciting here,” ujar Mark, ekspatriat asal Swiss sambil tersenyum puas. Di All About Strawberry Mark bisa menikmati nuansa pedesaan dengan latar belakang pegunungan sambil menikmati makanan dan minuman tradisional seperti nasi liwet dan es cendol.

Lokasi agrowisata milik pengusaha fashion di Bandung itu dibagi menjadi 4 kawasan. Di Warung Masa Kecilku, pengunjung bisa menikmati aneka masakan khas Sunda dan Eropa. Sementara di Impian Masa Kecilku, anak-anak kecil dapat bermain flying fox dan rakit-rakitan.

Bila ingin berbelanja suvenir kawasan Butik Rekreatifku pilihan tepat. Oleh-oleh bernuansa stroberi seperti baju, celana, gantungan kunci, payung, handuk, tas, hiasan dinding hingga bedcover tersedia. Harga bervariasi antara Rpl 9-ribu—Rp99-ribu. Sedangkan di kawasan berjuluk Blablaku terdapat rumah koboi dan taman.

Rumah stroberi

Masih di kawasan Kota Kembang ada satu lagi lokasi agrowisata serupa. Itulah Rumah Stroberi yang berlokasi di Cigugur, Bandung. Pada Sabtu dan Minggu tempat pelesiran keluarga itu dipenuhi ribuan pengunjung dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Lampung, bahkan ekspatriat India, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Di dalam 3 greenhouse besar dengan luasan rata-rata 500 m2 ditanam 5.000 varietas chili dan 1.500 varietas Amerika. Dengan sistem irigasi tetes, buah dengan kandungan vitamin C 60 mg itu berbuah cepat. Pengunjung tak sekadar mencicipi buah Fragaria x ananassa, selama di kebun, ada pemandu yang memberikan penjelasan tentang cara budidaya, kendala menanam hingga waktu panen.

Kala sore menjelang, rintik hujan yang membasahi Bumi Priangan bak pertanda pengunjung mesti bersiap-siap pulang. Namun, senyum sumringah dan ceria tetap terpancar dari wajah mereka. Dengan sekantong stroberi di tangan, mereka berharap suatu hari kembali lagi untuk menjadi pekebun stroberi sehari. (Rahmansyah Dermawan)