Semarakkan Euphorbia Anda

Engga tahu tuh euphorbia saya kok tiba-tiba membusuk,” ujar Ami, pemilik Green Centre, Bogor. Hingga kini pekebun tanaman hias itu kesulitan merawat euphorbianya. Ia mengaku tak tahu karakter dan cara tepat memelihara tanaman sukulen itu. Padahal jika berhasil, euphorbia tak hanya subur, tetapi juga rajin berbunga.

Berbeda dengan Ami, pekebun adenium dan euphorbia, Iwan Rassat mengaku tak menemui kesulitan. Sejumlah euphorbia miliknya memang tampak marak bunga dan subur. Meski mengaku tak ada kiat khusus, pemilik Adenium Nursery itu memberi beberapa saran.

“Sebelum dibungakan, buat tanaman subur,” kata Iwan. Berbagai cara perlu dilakukan. Misalnya, media harus bersifat sangat gembur dan porus. Campuran tanah merah, pupuk kandang—utamanya kotoran kambing—dan andam atau humus bambu sangat dianjurkan. Perbandingan masing-masing 20%: 30%: 30%. Sisanya bisa ditambahkan sekam bakar.

Mengenai media, Wijaya Orchid memiliki cara lain. Nurseri tanaman hias itu menggunakan pasir sebagai pengganti tanah. Tambahan lain pupuk kandang dan humus. Pada intinya, membuat media sangat gembur dan porus. Dengan media seperti itu, sirkulasi air dan udara bisa tetap lancar.

Berbeda dengan tanaman sukulen lain, euphorbia malah doyan disiram. Untuk daerah beriklim panas seperti Jakarta, penyiraman bisa dilakukan setiap hari. Asal komposisi media tepat, frekuensi penyiraman tinggi tak jadi masalah. Tentu saja, kondisinya harus sesuai kebutuhan.

Dikurung

Untuk penanaman awal, tanaman perlu dibuat subur dahulu. Caranya dengan memindahkan tanaman ke tempat yang tak mendapat sinar dan temanungi. Biasanya Iwan menaruh di kolong-kolong rak tanaman, yang berarti tak mendapat sinar sama sekali. Lamanya sekitar 2—3 bulan.

Setelah itu tanaman dikeluarkan dan dilakukan pemupukan. Dengan penanganan seperti itu, tanaman dirangsang untuk mengeluarkan cabang banyak. Cabang-cabang itu keluar dari sisi-sisi bawah batang utama. Kelak setelah dipupuk, dari cabang baru itu bakal bermunculan daun. Alhasil, batang tampak marak dengan cabang dan daun baru.

Sesudah penampakan cabang marak, pupuk lengkap diberikan. Dari cabang-cabang baru itulah akan muncul bunga. “Saya biasa memberi Super Bionik,” tutur Iwan. Pupuk itu, sesuai dosis anjuran diencerkan dalam 3 liter air. Selain merek itu, beragam pupuk lengkap di pasaran bisa digunakan.

Menurut warga Menteng, Jakarta itu pemberian pupuk lengkap merangsang euphorbia berbunga. Bunga itu akan terus bermekaran sepanjang tahun. “Semakin besar, ia akan makin rajin berbunga tanpa henti,” ucap Iwan. Agar rajin, sebulan sekali pupuk lengkap harus diberikan. Dengan pupuk lengkap, selain frekuensi berbunga tinggi, warna pun makin cemerlang.

Jangan dicampur

Jika di taman atau kebun Anda mengkoleksi banyak jenis euphorbia, perhatikan pula penempatannya. Di pasaran, jenis Euphorbia mili ada yang berbunga kecil dan besar. Dari pengalaman merawat euphorbia, ’’Sebaiknya jangan campur dan jangan kelompokkan kedua tanaman jadi satu,” tutur Bapak berputra 4 itu.

Bila tanaman berduri itu dicampur, bisa berakibat buruk. “Bunga yang besar menjadi mengecil,” tambah Iwan. Kondisi itu terjadi tak hanya pada tanaman induk saja, tetapi juga berpengaruh pada turunan atau anakan.

Perbanyakan dengan Setek

Ingin memperbanyak euphorbia? Perbanyakan sukulen itu / umumnya lewat anakan yang muncul di sebelah tanaman utama. Padahal, ia bisa diperbanyak dengan setek cabang.

Cabang calon setek berupa anakan yang tumbuh di antara batang utama. Hindari mengambil setek dari bagian pucuk batang utama. “Kalau di bagian itu dipotong, jangan harap akan tumbuh tunas baru,” kata Iwan Rassat, pemilik Adenium Nursery.

setek dari anakan
Pilih setek dari anakan di antara batang utama

Sebaiknya pilih cabang sepanjang 15 cm, terdiri atas 3 daun. Potong cabang itu dengan pisau steril. Getah yang keluar saat pemotongan harus dibersihkan. Lap bekas luka dengan tisu bersih agar terhindar dari serangan penyakit.

Selanjutnya kering-anginkan selama 3 hari di tempat teduh. Jangan terkena matahari dan air hujan. Rendam setek dalam larutan zat perangsang akar dan setek siap tanam. Media pembibitan berupa pasir atau tanah dengan campuran pupuk kandang.

Di samping setek cabang, perbanyakan juga bisa diambil dari tunas bunga. Tunas itu muncul dari dalam bunga yang telah mekar. Jadi selintas mirip dengan tangkai atau cabang yang tumbuh di sela-sela bunga. Kelak tunas baru itu berbunga pula.

Untuk perbanyakan tunas bunga itu, diperlakukan mirip dengan setek cabang. Hanya saja perbanyakan dengan tunas itu relatif sulit. “Pertumbuhan tunas lama dan lambat,” tambah iwan