euphorbia

Euphorbia Yang Cantik dari perbanyakan Biji

Euphorbia asal biji tak hanya menghasilkan bunga cantik. Pun penampilannya, tajuk rimbun, kompak, lebih tahan busuk batang, dan percabangan banyak. Tak heran jika kini euphorbia lokal jadi primadona di setiap nurseri. Maklum, “Corak beragam dan warnanya lebih lembut,” ujar Gunawan Widj aya, pemilik Widj aya Nursery. Lihat saj a turunan dari red pearl yang banyak diburu hobiis. Ukuran bunga 2 kali lebih besar, tangkai bunga panjang, dan mahkota merah cerah meski tak ngejreng seperti induknya.

Namun euphorbia hasil perbanyakan dari biji tak semuanya cantik. “Langka. Dari 1.000 biji yang disemai, paling banter hanya 10 tanaman yang bagus,” ungkap Gunawan. Itupun masih harus diseleksi pertumbuhan dan daya tahannya. Butuh waktu sekitar 10 bulan atau setelah muncul bunga kedua untuk memastikan keelokan crown of thorn itu. Ada kenikmatan tersendiri menunggu tanaman berbunga. Itu yang membuat Soeroso Soemopawiro, Asep, dan Boen Soedjono giat mengumpulkan biji.

Penyerbukan alami

Biji diperoleh dari hasil penyerbukan alami dengan bantuan angin atau serangga seperti lebah. Jika penyerbukan berhasil seminggu kemudian pangkal putik membengkak, tanda terbentuk buah. Buah berbentuk seperti kapsul dan tersusun membentuk dompolan. Bila buah mulai tua, berwarna cokelat, harus segera dipetik. Pengambilan buah sebaiknya pagi hari karena biji kering akan terpelanting setelah terkena matahari.

Biasanya dalam 1 buah terdapat 2—4 biji. Letakkan biji pada media penyemaian berupa sekam bakar. Pakis pun bisa dimanfaatkan untuk media penyemaian. Yang penting kering dan porous. Media yang tidak tepat membuat biji enggan bertunas.

Untuk pot berdiameter 15 cm taburi 15—25 biji agar populasi bibit tidak terlalu padat. Siram dengan air yang sudah dicampur anticendawan. Setelah itu tempatkan pot di lokasi teduh dengan intensitas cahaya 70%. Saat pertumbuhan tanaman tidak perlu dipupuk, cukup berikan pupuk penguat akar.

Saat bibit setinggi 5—7 cm pindahkan ke pot kecil, diameter 10—15 cm. Media diganti dengan campuran sekam bakar, sekam biasa, dan pasir. Untuk memacu pertumbuhan bisa diberikan pupuk kimia tapi jangan terlalu pekat. Toh, “Tanpa pupuk pun tanaman itu selalu mengeluarkan bunga, “ tutur Gunawan. Tanaman mulai berbunga pada umur 6—8 bulan.

Hasil dari biji, corak unik dan warna lembut
Hasil dari biji, corak unik dan warna lembut

 

Penyilangan buatan

Sayangnya hasil penyerbukan alami itu tidak diketahui asal-usulnya. Silangan baru bisa dirakit dengan menggunakan indukan sesuai selera. “Penyilangan buatan relatif gampang dan sederhana. Lantaran euphorbia termasuk bunga sempurna, dalam tiap bunga terdapat benang sari dan putik,“ papar Ukay, pekebun euphorbia di Rawabelong, Jakarta Barat.

Sebaiknya euphorbia disilangkan pada pukul 12.00—14.00. Itulah masa’’subur”-nya. Pilih euphorbia yang putiknya siap dibuahi. Cirinya kepala putik segar, bengkak, dan lengket. Pisahkan dengan lain supaya tidak dibuahi benang
sari lain. Setelah itu tempelkan benang sari kepala putik. Lakukan berulang-ulang supaya benangsari melekat di putik. Gunakan kaca pembesar untuk mempermudah penyilangan.

Namun, indukan berkualitas tidak menjamin anakan yang cantik. Ukay misalnya, menyilangkan Siamese ruby dengan forever green. Alhasil penampilan sang anak tidak secantik induknya. Bunga kuning pucat dan bergelombang. Itu sebabnya tak banyak penangkar yang sengaja menyilangkan euphorbia. (Bertha Hapsari)